BINANGUN – Pemerintah Desa (Pemdes) Binangun,
Kecamatan Binangun secara resmi menggelar kegiatan Sosialisasi Pelindungan Anak
dan Pencegahan Tuberkulosis (TBC) bagi warga masyarakat pada Kamis, 29 Oktober
2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Binangun ini bertujuan untuk
membangun lingkungan desa yang aman bagi anak sekaligus meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat melalui deteksi dini TBC.
Acara ini dihadiri oleh Pj. Kepala Desa Binangun
beserta perangkat desa, Perwakilan dari Kecamatan Binangun, Perwakilan
Puskesmas Binangun, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, serta
perwakilan warga desa setempat.
Dalam sambutannya, Pj. Kepala Desa Binangun, GRADY
GRIFANDI DELEVI, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa pelindungan anak dan
kesehatan lingkungan merupakan dua pilar penting dalam mewujudkan generasi masa
depan desa yang berkualitas.
"Kami ingin memastikan anak-anak di Desa
Binangun tumbuh di lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, serta memiliki
fisik yang sehat. Oleh karena itu, edukasi mengenai hak anak dan pencegahan
penyakit menular seperti TBC ini sengaja kami padukan agar penanganannya di
tingkat keluarga bisa berjalan beriringan," ujar GRADY GRIFANDI DELEVI.
Sesi I: Mewujudkan Lingkungan Ramah dan Lindungi
Anak
Pada sesi pertama, sosialisasi fokus pada pemenuhan
hak-hak anak dan pencegahan tindak kekerasan di lingkungan keluarga maupun
masyarakat. Narasumber SRI HARYANI, S.E., memaparkan pentingnya peran aktif
orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang anak serta melaporkan jika menemui
indikasi kekerasan terhadap anak di sekitarnya. Warga juga diajak untuk
berkomitmen menjadikan Desa Binangun sebagai kawasan yang ramah anak.
Sesi II: Deteksi Dini dan Pemutusan Rantai
Penularan TBC
Memasuki sesi kedua, materi beralih pada sektor
kesehatan masyarakat yang mengupas tuntas pencegahan dan penanggulangan TBC.
Perwakilan dari Puskesmas Binangun, PUZI GILI MEGATININGRAT menjelaskan
mengenai gejala awal TBC, pentingnya menjaga sirkulasi udara rumah (ventilasi),
hingga prosedur pengobatan gratis yang disediakan oleh pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan stigma
negatif kepada penderita TBC, melainkan memberikan dukungan agar pasien dapat
berobat secara tuntas hingga sembuh demi memutus rantai penularan di lingkungan
RT/RW.
Pemdes Binangun berharap lewat kegiatan ini, kesadaran kolektif warga dalam menjaga kesehatan dan melindungi generasi muda dapat terus meningkat secara berkelanjutan. (Admin Pemdes Binangun)